Praktik Baik
Desa Holulai memisahkan terkait aturan Hohorok/Papadak yang mengatur tentang pernikahan, kehidupan sosial dengan isu tentang lingkungan. Local champion dan pemerintah desa menginisiasi penghijauan lahan tidur dengan bantuan pengadaan bibit dari Dinas Pertanian.
Balsasar Darius Mboeik
PNS / ASN / Honorer
Desa Lamawolo bersama masyarakat mengelola Muro lewat peraturan desa, dana infrastruktur pengawasan, dan sosialisasi ke desa sekitar. Sistem kupon diterapkan saat Muro dibuka, dengan hasil penjualan menjadi pemasukan desa untuk mendukung operasionalisasi muro secara berkelanjutan.
Antonius Ngaji
PNS / ASN / Honorer
Pemkab Sumba Timur bersama dengan DLH memasukkan Masyarakat Hukum Adat dalam Panduan RPJPD dan mendorong payung hukum perlindungannya. Dua desa dampingan Koalisi Adaptasi, Mondu dan Mundut, telah didaftarkan dalam ProKlim dan kini menunggu proses persetujuan.
Triawan Umbu Uli Mehakati
Pegiat Masyarakat Sipil (NGO / CSO / LSM)
Pembukaan Muro awal 2025 mengejutkan dengan hasil ikan melimpah. Cerita orangtua tentang kejayaan masa lalu terbukti nyata. Seperti hidup di era 1970-an, masyarakat kembali merasakan berlimpahnya tangkapan. Praktik Muro terbukti berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat dan masa depan.
Petrus Pito Maing
PNS / ASN / Honorer
Setelah menjadi Community Organizer sejak Februari 2023, Merlinda Santina Ximenes dari Forum Remaja PKBI NTT mengalami perubahan. Merlinda mulai membuat praktek pemilahan sampah dan mengajak keluarganya. Selain itu di dalam organisasi PKBI sendiri mulai hidup lagi setelah terlibat di Koalisi KOPI. Mereka juga mulai menaikan isu iklim dan lingkungan dan
Merlinda Santina Ximenes
Kuliah / Sekolah
Andika bersama Komunitas GEBETAN menanam sorgum di lahan kering dan berbatu sebagai bentuk pelestarian pangan lokal yang adaptif terhadap perubahan iklim. Dalam rangka konservasi mata air, GEBETAN juga melakukan pendekatan kepada tokoh masyarakat, tokoh adat dan para pemilik lahan untuk bersama-sama melakukan konservasi mata air Kmelafai dengan menanam bambu.
Hendrikus Bua Kilok
Petani penggarap
Dikenal akrab dengan Shindy Soge, ia adalah petani dan pegiat pangan lokal di Flores Timur, NTT. Mantan guru Matematika SMA ini aktif menyuarakan isu perubahan iklim, khususnya di bidang pangan. Shindy aktif mengkampanyekan potensi pangan lokal sebagai solusi iklim. Shindy memobilisasi orang muda dan perempuan untuk bergerak bersama
Maria Mone Soge
Petani dengan lahan
Maksimilian K. Labut mulai tertarik belajar tentang pertanian sejak 2022. Ia mengamati dampak perubahan iklim di desanya: gagal panen dan peningkatan hama serta penyakit tanaman. Lian berinisiatif menjalankan pertanian hortikultura setelah mengikuti sekolah lapang pertanian cerdas iklim. Kini Lian mampu menggerakkan petani lain di desanya untuk menjalankan praktik pertanian berkelanjutan.
Maksimilian K Labut
Petani dengan lahan
Akrab disapa Karli. Anak muda ini merupakan salah satu penggerak Komunitas Bamboo Andaka yang aktif dalam konservasi mata air dengan penanaman bambu di Desa Kawalelo, Kabupaten Flores Timur, NTT. Sejak Februari 2022, serentak bersama masyarakat, Bamboo Andaka telah menanam lebih dari 1000 anakan bambu di kawasan mata air Watonitung.
Yohanes Kada Boli Watokolah
Nelayan memiliki kapal
Yovita C. Pagu menjalankan pengembangan pangan lokal bersama Kelompok Wanita Tani Gejur Cama di Desa Rai, Manggarai. Yovita berkolaborasi dengan "ende-ende" atau mama-mama untuk menghidupkan kembali praktik pertanian tradisional yang ramah lingkungan dengan menanam kacang tanah, jagung, dan singkong.
Yovita Capsariani Pagu
Wirausaha (UMKM)
Cita-cita Ros membangun kesadaran para orang tua di Desa Hokeng Jaya, Kabupaten Flores Timur, NTT, untuk memberikan pangan lokal pada anak-anak. Ia meyakini pola asuh orang tua yang sadar pangan lokal mampu menekan angka stunting. Sebagai kader posyandu, perempuan yang biasa disapa Ros ini menyisipkan gagasan pangan lokal setiap kunjungan
Rosalia Dua Onan
Ibu Rumah Tangga